NJAExpress.co.id — Bencana longsor dan banjir kembali berdampak pada sektor logistik, termasuk layanan pengiriman NJA Express (06/12/2025).
Operasional pengiriman NJA Express mengalami hambatan serius dalam dua pekan terakhir akibat akses jalan menuju sejumlah daerah di Sumatera Utara terputus karena longsor dan banjir. Hal ini berdampak besar terhadap distribusi paket menuju Padangsidimpuan, Sibolga, hingga Gunungsitoli.
Menurut admin NJA Express, jalur utama menuju Sidimpuan yang biasanya melewati Sibolga dan Sipirok tidak bisa dilalui. Bahkan sejumlah kendaraan pengangkut paket dilaporkan tertahan di kawasan Sitahuis sehingga menyebabkan keterlambatan yang tidak terhindarkan.
“Kondisi operasional saat ini banyak yang terhambat karena jalan terputus. Mobil ke Sibolga tertahan di Sitahuis, jadi kiriman ke Sidimpuan, Sibolga, apalagi Gunungsitoli ikut terhambat. Sudah hampir dua minggu operasional terganggu, dan ini sangat berpengaruh besar terhadap pengiriman,” ujar admin NJA Express.
Sebagai alternatif, pihak NJA Express mengalihkan rute sementara melalui Rantau Prapat. Namun jarak tempuh yang lebih jauh memaksa perusahaan menerapkan penyesuaian ongkos kirim.
“Rute via Rantau Prapat jadi alihan sementara, tapi karena rutenya jauh maka ada penambahan ongkos. Sejauh ini belum ada komplain dari customer, namun mereka berharap kondisi segera pulih agar paket cepat sampai. Mereka takut harga barang yang hendak dijual bisa naik dua kali lipat jika ongkos kirim terus bertambah,” jelas admin.
Selain terlambatnya waktu pengiriman, kondisi cuaca buruk juga membuat pemasukan operasional NJA Express menurun drastis. Bahkan sempat terjadi hari tanpa pengiriman sama sekali.
Admin NJA Express, Hannum juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
“Kami mohon maaf karena pengiriman terkendala akibat jalan putus sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Namun jangan khawatir, semua barang tetap kami jaga dengan aman sampai ke tangan customer,” tegasnya.
Salah satu pengguna jasa pengiriman, Pita, customer dari bidang logistik, mengaku memahami kondisi sulit yang dialami NJA Express. Menurutnya, perusahaan telah memberikan komunikasi yang baik selama proses keterlambatan terjadi.
“Melihat situasi seperti ini, saya bisa memaklumi. NJA juga sudah mengonfirmasi terkait keterlambatan barangnya,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi pelayanan NJA Express yang dinilai tetap responsif dan solutif.
“Pelayanannya masih bagus, kalau kita bertanya selalu ditanggapi cepat. Tiap ada masalah selalu ada solusi. Semoga ke depannya lebih baik, dan kondisi saat ini cepat pulih,” tambahnya.
Pelanggan lainnya, Ana, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengakui paketnya mengalami keterlambatan, namun tetap bersabar karena memahami penyebab utamanya adalah bencana alam.
“Barang jadi lama sampai ke tangan, dan untuk itu saya bersabar karena kendala ini juga bukan keinginan dari NJA Express. Saya tetap menghubungi admin untuk update dan informasi paket, dan mereka selalu merespons dengan baik,” ujar Ana.
Operasional pengiriman NJA Express mengalami hambatan serius dalam dua pekan terakhir akibat akses jalan menuju sejumlah daerah di Sumatera Utara terputus karena longsor dan banjir. Hal ini berdampak besar terhadap distribusi paket menuju Padangsidimpuan, Sibolga, hingga Gunungsitoli.
Menurut admin NJA Express, jalur utama menuju Sidimpuan yang biasanya melewati Sibolga dan Sipirok tidak bisa dilalui. Bahkan sejumlah kendaraan pengangkut paket dilaporkan tertahan di kawasan Sitahuis sehingga menyebabkan keterlambatan yang tidak terhindarkan.
“Kondisi operasional saat ini banyak yang terhambat karena jalan terputus. Mobil ke Sibolga tertahan di Sitahuis, jadi kiriman ke Sidimpuan, Sibolga, apalagi Gunungsitoli ikut terhambat. Sudah hampir dua minggu operasional terganggu, dan ini sangat berpengaruh besar terhadap pengiriman,” ujar admin NJA Express.
Sebagai alternatif, pihak NJA Express mengalihkan rute sementara melalui Rantau Prapat. Namun jarak tempuh yang lebih jauh memaksa perusahaan menerapkan penyesuaian ongkos kirim.
“Rute via Rantau Prapat jadi alihan sementara, tapi karena rutenya jauh maka ada penambahan ongkos. Sejauh ini belum ada komplain dari customer, namun mereka berharap kondisi segera pulih agar paket cepat sampai. Mereka takut harga barang yang hendak dijual bisa naik dua kali lipat jika ongkos kirim terus bertambah,” jelas admin.
Selain terlambatnya waktu pengiriman, kondisi cuaca buruk juga membuat pemasukan operasional NJA Express menurun drastis. Bahkan sempat terjadi hari tanpa pengiriman sama sekali.
Admin NJA Express, Hannum juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
“Kami mohon maaf karena pengiriman terkendala akibat jalan putus sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Namun jangan khawatir, semua barang tetap kami jaga dengan aman sampai ke tangan customer,” tegasnya.
Salah satu pengguna jasa pengiriman, Pita, customer dari bidang logistik, mengaku memahami kondisi sulit yang dialami NJA Express. Menurutnya, perusahaan telah memberikan komunikasi yang baik selama proses keterlambatan terjadi.
“Melihat situasi seperti ini, saya bisa memaklumi. NJA juga sudah mengonfirmasi terkait keterlambatan barangnya,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi pelayanan NJA Express yang dinilai tetap responsif dan solutif.
“Pelayanannya masih bagus, kalau kita bertanya selalu ditanggapi cepat. Tiap ada masalah selalu ada solusi. Semoga ke depannya lebih baik, dan kondisi saat ini cepat pulih,” tambahnya.
Pelanggan lainnya, Ana, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengakui paketnya mengalami keterlambatan, namun tetap bersabar karena memahami penyebab utamanya adalah bencana alam.
“Barang jadi lama sampai ke tangan, dan untuk itu saya bersabar karena kendala ini juga bukan keinginan dari NJA Express. Saya tetap menghubungi admin untuk update dan informasi paket, dan mereka selalu merespons dengan baik,” ujar Ana.
— Sry